Kata bulan purnama mungkin sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat yan ada didunia ini. Bulan purnama merupakan salah satu fenomena alam yang mungkin paling sering kita jumpai dibandingkan dengan fenomena alam lainnya. Seperti gerhana matahari, gerhana bulan, dan lain-lain. Bulan purnama ini suatu fenomena alam yang unik karena bulan purnama selalu muncul ditqnggal 13, 14, dan 15 pada bulan hijriah. Namun, dalam keunikan bulan purnama terdapat pula akibat-akibat yang ditimbulkan ketika bulan purnama tiba.
Sebelum para ahli menjelaskan pendapat mengenai bulan purnama ini, Al-Quran sudah lebih dahulu menjelaskan mengenai bulan purnana. Seperti dalam Q.S Al-Insyiqaq ayat 18 yang berbunyi "Dan dengan bulan apabila jadi purnama". Dengan adanya salah satu ayat mengenai bulan purnama tersebut, menunjukan betapa kekuasaan Allah yang harus kita syukuri. Namun, kedatangan bulan purnama ini sering dikaitkan dengan bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, terutama di Indonesia. Seperti bencana Tsunami yang terjadi di Selat Sunda dan Lampung tanggal 23 Desember 2018 ini sering dikaitkan karena adanya bulan purnama. Seperti yang dikemukakan oleh Kepala BMKG Banten, Tarjono mengatakan bulan purnama kali ini sempurna hingga air laut pasang lebih tinggi dari biasanya. Dia pun menegaskan tak ada aktivitas kegempaan yang terjadi. "Iya dari penelusuran kami dari (BMKG) Tangerang, Lampung Utara, tidak menemukan adanya aktifitas kegempaan. Ini yang terjadi adalah fenomena bulan purnah, saya dapat info itu bukannya surut tapi pasang dan itu mungkin diakibatkan bulan purnama yang sempurna," kata Tarjono kepala BMKG Banten.
Bulan purnama sesungguhnya suatu fenomena alam yang sangat indag dan menarik. Namun, tentu saja dibalik keunikannya dapat pula menimbulkan akibat yang dianggap merugikan oleh manusia. Namun, kita sebagai manusua harus tetap bersyukur terhadap apa yang telah Allah ciptakan. Karena yakinlah bahwa Allah pasti mempunyai rencana yang terbaik bagi umatnya yang bisa dijadikan sebagai peringatan dan menjadi salah satu hal yang dapat merubah kita menjadi lebih baik lagi.
Tentang Rasa
Kamis, 24 Januari 2019
Rahasia dibalik bulan purnama
Rabu, 01 Agustus 2018
Diam-diam mencintai malam
Aku hanyalah orang biasa yang lalai dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, kerudung pun masih tutup buka, kepada orang tua pun masih berani membantah perkataannya, mengaji Al-Qur’an pun masih terbata-bata yang jauh dari kata sempurna.
Malam itu aku sangat kesal tanpa sebab, aku rasa semuanya telah pergi dari kehidupanku, dan yang lebih parahnya lagi aku meniadakan Allah, aku merasa tidak ada siapa-siapa dalam hidup ini, padahal Allah selalu bersamaku di setiap garis, ruang, dan waktu. Aku menangis tanpa henti sampai mataku sembab, karena air mata yang keluar bagaikan hujan lebat yang tiada henti, ironi hidup menjadi sebuah bukti bahwa kehidupan ini fana yang sering membuat semua insan terlena.
Di setiap hariku, aku hanya mencari aktivitas menyibukan diri dengan menyeduh teh hangat, jajan keluar, jalan bersama teman, pergi ke tempat yang rame-rame dan yang lainnya. Keresahan itu memang hilang saat aku menyibukkan diri, tetapi hanya sesaat!. Hingga aku terus di gentayangi dengan keresahan dan kekesalan
Tak lama aku ingat bahwa Allah akan memberikan apa pun, asal kita mau meminta dengan sungguh, dan bukankah Allah berjanji "Ingatlah kepada-Ku, niscaya ingat (pula) kepadamu..." (QS. Al-Baqarah: 152). Aku terbangun di sepertiga malam dan aku merasakan getaran-getaran yang berbeda di setiap malam ku, aku mengambil air wudu dan aku melaksanakan solat tahajud. Aku rendahkan diri sedalam lautan di hadapan Allah, aku melangitkan doa kepada Allah, aku mengadu segalanya kepada Allah, pundakku tak diam dan air mata terus berderai, aku mencurahkan segala isi hati dari getaran-getaran palung jiwa terdalam. Aku tersungkur dalam doa dan tersingkir dari keresahan, dan aku merasakan kenyamanan setelah mendekatkan diri kepada sang Kholik yaitu Allah SWT. Dan diam-diam aku mulai mencintai sepertiga malam dengan perlahan, dan aku sadar dengan melibatkan Allah semuanya akan menjadi yang terbaik meski kita harus kecewa karena kenyataan tidak sesuai dengan keinginan kita, tapi kita harus percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk seorang hambanya. Insyaaloh, Wallahu a'lam bisshowab.
Rabbi... Dzolamtu nafsi, faghfirliii..